Bekasi Ibu Kota Kerajaan Tarumanegara di Masa Lampau

Secara filosofis asal usul nama Bekasi berasal dari kata Baghasasi dan Candrabagha yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Foto: bekasiraya.co/josep
Secara filosofis asal usul nama Bekasi berasal dari kata Baghasasi dan Candrabagha yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini. Foto: bekasiraya.co/josep

BekasiRaya.co – Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri. Kota ini merupakan bagian dari Metropolitan Jabodetabek dan menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia.

Nama “Bekasi” sendiri memiliki arti dan nilai sejarah yang khas. Kata Bhagasi ini dalam pelafalan bahasa Belanda seringkali ditulis “Bacassie” kemudian berubah menjadi Bekasi hingga kini.

Secara filosofis asal usul nama Bekasi berasal dari kata Baghasasi dan Candrabagha yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era. Menurut Poerbatjaraka, seorang ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno, Chandra berarti “bulan” (dalam bahasa Jawa Kuno, sama dengan kata Sasi) dan Bhaga berarti “bagian”. Jadi, secara etimologis kata Chandrabhaga berarti bagian dari bulan. Dilansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kata Chandrabhaga berubah menjadi Bhagasasi yang pengucapannya sering disingkat menjadi Bhagasi.

Dilansir laman resmi Kota Bekasi, sebutan Bekasi tempo dulu adalah Dayeuh Sunda sembawa atau Jayagiri yang dikenal sebagai Ibukota Kerajaan Tarumanagara (358-669). Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa, Depok, Cibinong, Bogor hingga ke wilayah Sungai Cimanuk di Indramayu. Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai Ibukota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang.

Baca juga: Palagan Bekasi yang Bikin Tentara Belanda Alami Sindrom Bekasi